[{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":"NO","__EMPTY":"INDIKATOR","__EMPTY_1":"Definisi Operasional","__EMPTY_2":"SATUAN","__EMPTY_3":"TARGET TAHUN","__EMPTY_9":"TARGET TAHUN","__EMPTY_15":"KONDISI AKHIR RPJMD"},{"__EMPTY_3":2020,"__EMPTY_4":2021,"__EMPTY_5":2022,"__EMPTY_6":2023,"__EMPTY_7":2024,"__EMPTY_8":2025,"__EMPTY_9":2025,"__EMPTY_10":2026,"__EMPTY_11":2027,"__EMPTY_12":2028,"__EMPTY_13":2029,"__EMPTY_14":2030},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":-1,"__EMPTY":-2,"__EMPTY_1":-3,"__EMPTY_2":-4,"__EMPTY_3":-5,"__EMPTY_4":-6,"__EMPTY_5":-7,"__EMPTY_6":-8,"__EMPTY_7":-9,"__EMPTY_8":-10,"__EMPTY_9":-11,"__EMPTY_10":-12,"__EMPTY_11":-13,"__EMPTY_12":-14,"__EMPTY_13":-15,"__EMPTY_14":-16,"__EMPTY_15":-17},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":"I","__EMPTY":"ASPEK  GEOGRAFI  DAN  DEMOGRAFI"},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":1,"__EMPTY":"Konsumsi listrik per kapita","__EMPTY_1":"Konsumsi Listrik per kapita (Kwh/Kapita) adalah pemakaian tenaga listrik dibagi jumlah penduduk pada suatu wilayah dalam periode satu tahun. Pemakaian tenaga listrik tersebut merupakan jumlah kWh (kilo Watt hours) energi listrik yang digunakan secara langsung ataupun tidak langsung dari sumber energi.","__EMPTY_2":"kWh/kapita","__EMPTY_3":1339.263,"__EMPTY_4":1351.463,"__EMPTY_5":1355.532,"__EMPTY_6":1394.636,"__EMPTY_7":1416.714,"__EMPTY_8":"O","__EMPTY_9":1237,"__EMPTY_10":1354,"__EMPTY_11":1470,"__EMPTY_12":1587,"__EMPTY_13":1703,"__EMPTY_14":1820,"__EMPTY_15":1820},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":2,"__EMPTY":"Indeks Ketahanan Pangan","__EMPTY_1":"Indikator komposit yang digunakan untuk mengukur tingkat ketahanan pangan suatu wilayah berdasarkan 3 dimensi utama","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":"67.36","__EMPTY_4":69.82,"__EMPTY_5":73.85,"__EMPTY_6":84.38,"__EMPTY_7":83.45,"__EMPTY_9":84.5,"__EMPTY_10":85.6,"__EMPTY_11":86.7,"__EMPTY_12":87.8,"__EMPTY_13":88.9,"__EMPTY_14":90,"__EMPTY_15":90},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":3,"__EMPTY":"Prevalansi ketidakcukupan konsumsi pangan (Prevalence of Undernourishment) (%)","__EMPTY_1":"Prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) adalah proporsi penduduk di suatu wilayah yang mengkonsumsi pangan lebih rendah dari standar kecukupan energi untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif, yang dinyatakan dalam bentuk persentase.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":6.41,"__EMPTY_4":6.15,"__EMPTY_5":9.22,"__EMPTY_6":8.76,"__EMPTY_7":8.19,"__EMPTY_9":7.81,"__EMPTY_10":7.33,"__EMPTY_11":6.85,"__EMPTY_12":6.36,"__EMPTY_13":5.39,"__EMPTY_14":4.91,"__EMPTY_15":4.91},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":4,"__EMPTY":"Kapasitas Air Baku (m3/detik)","__EMPTY_1":"Debit air yang dapat diolah dan atau dimanfaatkan untuk keperluan domestik, perkotaan, industri, dan lain-lain yang bersumber dari mata air, air tanah, air permukaan, air hujan, atau sumber air lainnya","__EMPTY_2":"(m3/detik)","__EMPTY_3":0.101,"__EMPTY_4":0.104,"__EMPTY_5":0.142,"__EMPTY_6":0.144,"__EMPTY_7":0.11,"__EMPTY_9":0.149,"__EMPTY_10":0.151,"__EMPTY_11":0.154,"__EMPTY_12":0.156,"__EMPTY_13":0.159,"__EMPTY_14":0.161,"__EMPTY_15":0.161},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":5,"__EMPTY":"Akses Rumah Tangga Perkotaan terhadap Air Siap Minum Perpipaan (%)","__EMPTY_1":"Akses Rumah Tangga Perkotaan terhadap Air Siap Minum Perpipaan adalah rumah tangga di perkotaan yang memiliki akses terhadap air siap minum melalui jaringan perpipaan","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_4":51.55,"__EMPTY_5":55.05,"__EMPTY_6":49.67,"__EMPTY_7":52.81,"__EMPTY_9":50,"__EMPTY_10":52.5,"__EMPTY_11":55,"__EMPTY_12":57.5,"__EMPTY_13":60,"__EMPTY_14":62.5,"__EMPTY_15":62.5},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":6,"__EMPTY":"Indeks tutupan lahan","__EMPTY_1":"pengukuran tingkat kualitas penutupan\r\nlahan dalam suatu wilayah. IKTL dibuat dengan\r\nmempertimbangkan beberapa faktor seperti tipe dan luas dari\r\ntutupan lahan, stabilitas ekosistem, dan tingkat degradasi lahan.","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":38.76,"__EMPTY_4":36.95,"__EMPTY_5":37.01,"__EMPTY_6":38.12,"__EMPTY_7":39.73,"__EMPTY_9":60.54,"__EMPTY_10":60.59,"__EMPTY_11":60.65,"__EMPTY_12":60.7,"__EMPTY_13":60.76,"__EMPTY_14":60.81,"__EMPTY_15":60.81},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":7,"__EMPTY":"Indeks Kualitas Lingkungan Hidup","__EMPTY_1":"Nilai yang menggambarkan kualitas Lingkungan Hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL).","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":62.74,"__EMPTY_4":62.39,"__EMPTY_5":62.8,"__EMPTY_6":63.1,"__EMPTY_7":60.89,"__EMPTY_9":71.91,"__EMPTY_10":72.12,"__EMPTY_11":72.33,"__EMPTY_12":72.55,"__EMPTY_13":72.76,"__EMPTY_14":72.97,"__EMPTY_15":72.97},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":8,"__EMPTY":"Rumah Tangga Dengan Akses Sanitasi Aman","__EMPTY_1":"Akses Aman adalah apabila rumah tangga memiliki fasilitas sanitasi sendiri, dengan bangunan atas dilengkapi kloset dengan leher angsa, dan bangunan bawahnya menggunakan tangki septik\r\nyang disedot setidaknya sekali dalam 5 (lima) tahun terakhir  \r\ndiolah dalam instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT), atau VI - 44 tersambung ke sistem pengolahan air limbah domestik terpusat (SPALD-T)","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":"NA","__EMPTY_5":"NA","__EMPTY_6":9.74,"__EMPTY_7":13.43,"__EMPTY_9":15.95,"__EMPTY_10":18.9,"__EMPTY_11":21.9,"__EMPTY_12":24.91,"__EMPTY_13":27.91,"__EMPTY_14":33.94,"__EMPTY_15":33.94},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":9,"__EMPTY":"Timbulan Sampah Terolah di Fasilitas Pengolahan Sampah","__EMPTY_1":"share ju lah timbulan sampah terolah di fasilitas pengolahan sampah dengan total jumlah timbulan sampah.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":21.49,"__EMPTY_4":20.57,"__EMPTY_5":24.72,"__EMPTY_6":25.18,"__EMPTY_7":26.18,"__EMPTY_9":27.44,"__EMPTY_10":30.26,"__EMPTY_11":33.31,"__EMPTY_12":36,"__EMPTY_13":"39.25","__EMPTY_14":37.98,"__EMPTY_15":37.98},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":10,"__EMPTY":"Proporsi Rumah Tangga (RT) dengan Layanan Penuh Pengumpulan Sampah","__EMPTY_1":"persentase rumah tangga yang mendapatkan layanan pengumpulan sampah secara rutin (misalnya minimal 2x seminggu), baik diantar-jemput pintu-ke-pintu atau ke tempat komunal terdekat (<200m), dengan pemilahan sampah menjadi minimal tiga fraksi (organik, daur ulang, residu) dan tanpa membuang sampah sembarangan. Definisi ini menekankan keteraturan layanan dan pemilahan sampah yang terstruktur, bukan sekadar diangkut. ","__EMPTY_2":"% RT","__EMPTY_3":17.23,"__EMPTY_4":21.61,"__EMPTY_5":22.37,"__EMPTY_6":21.17,"__EMPTY_7":16.64,"__EMPTY_9":73.46,"__EMPTY_10":74.56,"__EMPTY_11":75.66,"__EMPTY_12":76.76,"__EMPTY_13":77.86,"__EMPTY_14":78.96,"__EMPTY_15":78.96},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":11,"__EMPTY":"Indeks Risiko Bencana (IRBI)","__EMPTY_1":"alat analisis kebencanaan yang mengukur tingkat risiko bencana di suatu wilayah (nasional, provinsi, kabupaten/kota) menggunakan data bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas (capacity) untuk membantu pemerintah daerah dan pusat dalam perencanaan mitigasi, penanggulangan, dan peningkatan ketangguhan masyarakat","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":113.2,"__EMPTY_4":113.2,"__EMPTY_5":109.56,"__EMPTY_6":108.94,"__EMPTY_7":114.22,"__EMPTY_9":103.52,"__EMPTY_10":"103,51-102,24","__EMPTY_11":"111,65-110,38","__EMPTY_12":"110,37-109,1","__EMPTY_13":"109,09-107,82","__EMPTY_14":"107,81-106,54","__EMPTY_15":"107,81-106,54"},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":12,"__EMPTY":"Jumlah Penduduk","__EMPTY_1":"total orang yang mendiami suatu wilayah geografis tertentu pada waktu tertentu","__EMPTY_2":"Ribu Jiwa","__EMPTY_3":65.13,"__EMPTY_4":65.68,"__EMPTY_5":66.41,"__EMPTY_6":67.76,"__EMPTY_7":68.73,"__EMPTY_9":69.7,"__EMPTY_10":70.66,"__EMPTY_11":71.62,"__EMPTY_12":72.56,"__EMPTY_13":73.48,"__EMPTY_14":74.4,"__EMPTY_15":74.4},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":13,"__EMPTY":"Laju Pertumbuhan Penduduk","__EMPTY_1":"persentase perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah dalam periode tertentu","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":4.18,"__EMPTY_4":0.84,"__EMPTY_5":1.11,"__EMPTY_6":2.03,"__EMPTY_7":1.43,"__EMPTY_9":1.46,"__EMPTY_10":1.45,"__EMPTY_11":1.44,"__EMPTY_12":1.42,"__EMPTY_13":1.4,"__EMPTY_14":1.39,"__EMPTY_15":1.39},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":14,"__EMPTY":"Rasio Penduduk","__EMPTY_1":"angka perbandingan antara dua kelompok penduduk atau antara penduduk dengan luas wilayah","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":101.22,"__EMPTY_4":101.3,"__EMPTY_5":101.36,"__EMPTY_6":101.25,"__EMPTY_7":101.23,"__EMPTY_9":101.17,"__EMPTY_10":101.14,"__EMPTY_11":101.09,"__EMPTY_12":101.02,"__EMPTY_13":100.92,"__EMPTY_14":100.86,"__EMPTY_15":100.86},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":15,"__EMPTY":"Kepadatan Penduduk","__EMPTY_1":"perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah tertentu","__EMPTY_2":"Org/km²","__EMPTY_3":238.31,"__EMPTY_4":240.22,"__EMPTY_5":242.87,"__EMPTY_6":247.79,"__EMPTY_7":251.33,"__EMPTY_9":254.87,"__EMPTY_10":258.42,"__EMPTY_11":261.91,"__EMPTY_12":265.34,"__EMPTY_13":268.73,"__EMPTY_14":272.08,"__EMPTY_15":272.08},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":"II","__EMPTY":"ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT"},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":1,"__EMPTY":"Pertumbuhan Ekonomi","__EMPTY_1":"Merupakan suatu indikator ekonomi makro yang menggambarkan seberapa jauh keberhasilan pembangunan suatu daerah dalam periode waktu tertentu","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":-1.27,"__EMPTY_4":2.48,"__EMPTY_5":3.96,"__EMPTY_6":4.46,"__EMPTY_7":4.02,"__EMPTY_9":5.44,"__EMPTY_10":5.49,"__EMPTY_11":5.55,"__EMPTY_12":5.6,"__EMPTY_13":5.66,"__EMPTY_14":5.71,"__EMPTY_15":5.71},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":2,"__EMPTY":"Tingkat Kemiskinan","__EMPTY_1":"persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan (ambang batas pendapatan tertentu) yang mengukur ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":2.16,"__EMPTY_4":2.38,"__EMPTY_5":2.28,"__EMPTY_6":2.27,"__EMPTY_7":2.33,"__EMPTY_8":2.72,"__EMPTY_9":1.98,"__EMPTY_10":1.92,"__EMPTY_11":1.87,"__EMPTY_12":1.81,"__EMPTY_13":1.76,"__EMPTY_14":1.71,"__EMPTY_15":1.71},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":3,"__EMPTY":"PDRB Per Kapita","__EMPTY_1":"nilai PDRB per kepala atau per\r\nsatu orang penduduk. PDRB per kapita dihitung dengan cara\r\nmembagi total PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dengan\r\njumlah penduduk pertengahan tahun.","__EMPTY_2":"Rp Juta","__EMPTY_3":42.5,"__EMPTY_4":42.99,"__EMPTY_5":44.04,"__EMPTY_6":45.34,"__EMPTY_7":46.5,"__EMPTY_9":73.78,"__EMPTY_10":73.78,"__EMPTY_11":73.78,"__EMPTY_12":73.78,"__EMPTY_13":73.78,"__EMPTY_14":179.83,"__EMPTY_15":179.83},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":4,"__EMPTY":"Tingkat Pengangguran Terbuka","__EMPTY_1":"Tingkat pengangguran terbuka adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":8.2,"__EMPTY_4":6.38,"__EMPTY_5":5,"__EMPTY_6":4.98,"__EMPTY_7":5.55,"__EMPTY_9":"4.61 ","__EMPTY_10":"4.66 ","__EMPTY_11":"4.35 ","__EMPTY_12":"4.31 ","__EMPTY_13":"4.2 ","__EMPTY_14":"4.09 ","__EMPTY_15":"4.09 "},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":5,"__EMPTY":"Gini Ratio","__EMPTY_1":"Rasio gini merupakan salah satu teknik statistik untuk mengukur ketimpangan pendapatan","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":0.3,"__EMPTY_4":0.295,"__EMPTY_5":0.314,"__EMPTY_6":0.308,"__EMPTY_7":0.299,"__EMPTY_9":0.297,"__EMPTY_10":0.296,"__EMPTY_11":0.295,"__EMPTY_12":0.294,"__EMPTY_13":0.293,"__EMPTY_14":0.291,"__EMPTY_15":0.291},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":6,"__EMPTY":"Indeks Pembangunan Manusia","__EMPTY_1":"Indeks komposit yang mengukur pembangunan manusia dari tiga aspek dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup.","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":73.97,"__EMPTY_4":74.35,"__EMPTY_5":75.21,"__EMPTY_6":75.91,"__EMPTY_7":76.68,"__EMPTY_9":76.55,"__EMPTY_10":77.45,"__EMPTY_11":78.11,"__EMPTY_12":78.79,"__EMPTY_13":79.46,"__EMPTY_14":80.13,"__EMPTY_15":80.81},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":7,"__EMPTY":"Tingkat Produktifitas Tenaga Kerja","__EMPTY_1":"PDRB tahun berjalan atas dasar harga konstan / jumlah tenaga kerja x 100%","__EMPTY_2":"Juta/Org","__EMPTY_3":91.09,"__EMPTY_4":93.73,"__EMPTY_5":91.13,"__EMPTY_6":90.32,"__EMPTY_7":88.44,"__EMPTY_9":93.84,"__EMPTY_10":94.74,"__EMPTY_11":95.63,"__EMPTY_12":96.5,"__EMPTY_13":97.42,"__EMPTY_14":98.31,"__EMPTY_15":98.31},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":8,"__EMPTY":"Usia Harapan Hidup","__EMPTY_1":"rata-rata jumlah tahun yang akan dijalani oleh seseorang sejak orang tersebut lahir ","__EMPTY_2":"Tahun","__EMPTY_3":72.81,"__EMPTY_4":73.2,"__EMPTY_5":73.5,"__EMPTY_6":73.79,"__EMPTY_7":74.12,"__EMPTY_9":74.43,"__EMPTY_10":74.75,"__EMPTY_11":75.07,"__EMPTY_12":75.39,"__EMPTY_13":75.71,"__EMPTY_14":76.03,"__EMPTY_15":76.03},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":9,"__EMPTY":"Angka Kematian Ibu","__EMPTY_1":"banyaknya perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengangangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan, bunuh diri atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan, dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100.000 kelahiran hidup.","__EMPTY_2":"Per 100.000 kelahiran hidup","__EMPTY_3":205.55,"__EMPTY_4":103.09,"__EMPTY_5":233.71,"__EMPTY_6":0,"__EMPTY_7":174.67,"__EMPTY_9":134,"__EMPTY_10":134,"__EMPTY_11":134,"__EMPTY_12":134,"__EMPTY_13":134,"__EMPTY_14":0,"__EMPTY_15":0},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":10,"__EMPTY":"Prevalensi Stunting","__EMPTY_1":"persentase anak balita di suatu populasi yang mengalami stunting (pertumbuhan terhambat akibat kurang gizi kronis)","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":21.1,"__EMPTY_5":13.7,"__EMPTY_6":19.5,"__EMPTY_7":20,"__EMPTY_9":17.3,"__EMPTY_10":16.05,"__EMPTY_11":14.8,"__EMPTY_12":13.55,"__EMPTY_13":12.3,"__EMPTY_14":11.05,"__EMPTY_15":11.05},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":11,"__EMPTY":"Cakupan penemuan dan pengobatan kasus Tuberkulosis (treatment coverage)","__EMPTY_1":"Persentase kasus tuberkulosis yang berhasil ditemukan dan\r\nmendapatkan pengobatan di suatu wilayah dalam periode tertentu","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":12,"__EMPTY_5":19,"__EMPTY_6":38,"__EMPTY_7":30,"__EMPTY_9":45,"__EMPTY_10":53.6,"__EMPTY_11":62.2,"__EMPTY_12":70.8,"__EMPTY_13":79.4,"__EMPTY_14":88,"__EMPTY_15":88},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":12,"__EMPTY":"Angka keberhasilan pengobatan Tuberkulosis (treatment success rate)","__EMPTY_1":"Persentase pasien tuberkulosis yang sembuh dan menyelesaikan pengobatan lengkap.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":88.9,"__EMPTY_4":88.89,"__EMPTY_5":96.5,"__EMPTY_6":94.05,"__EMPTY_7":94,"__EMPTY_9":95,"__EMPTY_10":95,"__EMPTY_11":95,"__EMPTY_12":95,"__EMPTY_13":95,"__EMPTY_14":95,"__EMPTY_15":95},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":13,"__EMPTY":"Cakupan kepesertaan jaminan Kesehatan nasional","__EMPTY_1":"Persentase penduduk yang terdaftar sebagai kepesertaan jaminan kesehatan nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan di mana bagi fakir miskin dan orang tidak mampu dibayarkan oleh pemerintah.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":95.99,"__EMPTY_4":97.64,"__EMPTY_5":99.73,"__EMPTY_6":100.72,"__EMPTY_7":101.03,"__EMPTY_9":100,"__EMPTY_10":100,"__EMPTY_11":100,"__EMPTY_12":100,"__EMPTY_13":100,"__EMPTY_14":100,"__EMPTY_15":100},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":14,"__EMPTY":"Persentase  satuan Pendidikan yang mencapai SKM pada asesmen tingkat nasional","__EMPTY_1":"Jumlah satuan pendidikan di daerah X yang memiliki capaian asesmen tingkat nasional mencapai standar 84 kompetensi minimum dibagi jumlah satuan pendidikan di daerah X."},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":"a","__EMPTY":"- Angka Literasi","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":"NA","__EMPTY_5":79.09,"__EMPTY_6":81.99,"__EMPTY_7":85.49,"__EMPTY_9":82.83,"__EMPTY_10":82.9,"__EMPTY_11":83,"__EMPTY_12":83.1,"__EMPTY_13":83.2,"__EMPTY_14":83.25,"__EMPTY_15":83.25},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":"b","__EMPTY":"- Angka Numerasi","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":"NA","__EMPTY_5":47.01,"__EMPTY_6":63.16,"__EMPTY_7":76.16,"__EMPTY_9":79.67,"__EMPTY_10":79.7,"__EMPTY_11":79.85,"__EMPTY_12":79.9,"__EMPTY_13":79.91,"__EMPTY_14":79.92,"__EMPTY_15":79.92},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":15,"__EMPTY":"Rata-Rata  Lama Sekolah","__EMPTY_1":"Rerata waktu (dalam satuan tahun) yang ditempuh oleh penduduk usia 15 tahun ke atas dalam menyelesaikan semua jenjang pendidikan formal yang pernah dijalani. ","__EMPTY_2":"Tahun","__EMPTY_3":10.17,"__EMPTY_4":10.32,"__EMPTY_5":10.43,"__EMPTY_6":10.44,"__EMPTY_7":10.53,"__EMPTY_9":10.65,"__EMPTY_10":10.78,"__EMPTY_11":10.9,"__EMPTY_12":11.02,"__EMPTY_13":11.13,"__EMPTY_14":11.25,"__EMPTY_15":11.25},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":16,"__EMPTY":"Harapan Lama Sekolah","__EMPTY_1":"Lamanya waktu bersekolah yang diharapkan dapat dirasakan oleh anak-anak usia tertentu pada jenjang pendidikan usia tersebut di masa mendatang.","__EMPTY_2":"Tahun","__EMPTY_3":13.17,"__EMPTY_4":13.18,"__EMPTY_5":13.42,"__EMPTY_6":13.69,"__EMPTY_7":13.86,"__EMPTY_9":14.1,"__EMPTY_10":14.32,"__EMPTY_11":14.53,"__EMPTY_12":14.76,"__EMPTY_13":14.97,"__EMPTY_14":15.19,"__EMPTY_15":15.19},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":17,"__EMPTY":"Proporsi Penduduk Berusia 15 Tahun ke Atas yang Berkualifikasi pendidikan tinggi","__EMPTY_1":"Persentase penduduk berusia 15 Tahun ke atas yang berkualifikasi pendidikan tinggi adalah untuk memantau jumlah penduduk berusia 15 tahun keatas yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":13.86,"__EMPTY_4":14.52,"__EMPTY_5":14.73,"__EMPTY_6":14.91,"__EMPTY_7":15.19,"__EMPTY_9":14,"__EMPTY_10":14.12,"__EMPTY_11":14.24,"__EMPTY_12":14.36,"__EMPTY_13":14.47,"__EMPTY_14":14.58,"__EMPTY_15":14.58},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":18,"__EMPTY":"Persentase Pekerja Lulusan Pendidikan Menengah dan Tinggi yang Bekerja di Bidang Keahlian Menengah Tinggi ","__EMPTY_1":"penduduk usia 15 tahun ke atas lulusan pendidikan menengah atau pendidikan tinggi yang bekerja dibidang keahlian menengah tinggi ","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":"NA","__EMPTY_5":70.12,"__EMPTY_6":73.27,"__EMPTY_7":"NA","__EMPTY_9":74.18,"__EMPTY_10":74.66,"__EMPTY_11":75.14,"__EMPTY_12":75.61,"__EMPTY_13":76.09,"__EMPTY_14":76.57,"__EMPTY_15":76.57},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":19,"__EMPTY":"Cakupan Kepesertaan Jaminan  Sosial Tenaga Kerja","__EMPTY_1":"kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan adalah\r\nproksi yang digunakan untuk mengukur perlindungan jaminan sosial nasional bagi pekerja","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":44.88,"__EMPTY_4":64.2,"__EMPTY_5":76.49,"__EMPTY_6":80.59,"__EMPTY_7":58.55,"__EMPTY_9":58.55,"__EMPTY_10":59.92,"__EMPTY_11":61.29,"__EMPTY_12":62.66,"__EMPTY_13":64.03,"__EMPTY_14":65.4,"__EMPTY_15":65.4},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":20,"__EMPTY":"Persentase penyandang disabilitas bekerja di sektor formal","__EMPTY_1":"Pesentase penyandang disabilitas yang bekerja pada status pekerjaan berusaha dibantu buruh tetap atau buruh dibayar","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":"NA","__EMPTY_5":0,"__EMPTY_6":55.2,"__EMPTY_7":"NA","__EMPTY_9":55.2,"__EMPTY_10":55.7,"__EMPTY_11":56.2,"__EMPTY_12":56.7,"__EMPTY_13":57.2,"__EMPTY_14":"57,70`","__EMPTY_15":57.7},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":21,"__EMPTY":"Persentase pelestarian cagar budaya ","__EMPTY_1":"Persentase cagar budaya (tangible dan Intangible) yang dilestarikan dibandingkan\r\ndengan jumlah cagar budaya yang terdata.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":26.02,"__EMPTY_4":32.61,"__EMPTY_5":34.56,"__EMPTY_6":36.24,"__EMPTY_7":37.8,"__EMPTY_9":39.87,"__EMPTY_10":41.69,"__EMPTY_11":43.5,"__EMPTY_12":45.32,"__EMPTY_13":47.13,"__EMPTY_14":48.95,"__EMPTY_15":48.95},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":22,"__EMPTY":"Kampung Moderasi Beragama","__EMPTY_1":"Kampung dengan sifat\r\ntoleransi umat beragama yang tinggi dan menciptakan\r\nkerukunan antar umat beragama di tengah masyarakat.","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":"NA","__EMPTY_5":"NA","__EMPTY_6":2,"__EMPTY_7":2,"__EMPTY_9":4,"__EMPTY_10":6,"__EMPTY_11":8,"__EMPTY_12":10,"__EMPTY_13":12,"__EMPTY_14":14,"__EMPTY_15":14},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":23,"__EMPTY":"Indeks Pembangunan Kualitas Keluarga","__EMPTY_1":"indikator untuk\r\nmengukur keberhasilan dalam upaya mewujudkan Keluarga\r\nberkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat.","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":54.05,"__EMPTY_5":57.77,"__EMPTY_6":64.28,"__EMPTY_7":63.88,"__EMPTY_9":65.4,"__EMPTY_10":65.4,"__EMPTY_11":65.4,"__EMPTY_12":65.4,"__EMPTY_13":65.4,"__EMPTY_14":69.4,"__EMPTY_15":69.4},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":24,"__EMPTY":"Indeks Ketimpangan Gender (IKG)","__EMPTY_1":"kuran yang menilai sejauh mana ketimpangan antara laki-laki dan perempuan dalam capaian pembangunan manusia, mencakup dimensi kesehatan reproduksi, pemberdayaan (pendidikan & politik), dan partisipasi ekonomi/pasar tenaga kerja","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":0.285,"__EMPTY_4":0.184,"__EMPTY_5":0.223,"__EMPTY_6":0.199,"__EMPTY_7":0.27,"__EMPTY_9":0.27,"__EMPTY_10":0.27,"__EMPTY_11":0.269,"__EMPTY_12":0.269,"__EMPTY_13":0.268,"__EMPTY_14":0.268,"__EMPTY_15":0.268},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":25,"__EMPTY":"Indeks Perlindungan Khusus Anak","__EMPTY_1":"Indikator yang menggambarkan pencapaian pemenuhan hak\r\nAnak dan perlindungan khusus Anak meliputi hak sipil dan\r\nkebebasan, hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, hak pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, dan perlindungan khusus.","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":65.7,"__EMPTY_5":67.61,"__EMPTY_6":65.47,"__EMPTY_7":"NA","__EMPTY_9":79.66,"__EMPTY_10":80.16,"__EMPTY_11":80.66,"__EMPTY_12":81.16,"__EMPTY_13":81.66,"__EMPTY_14":82.16,"__EMPTY_15":82.16},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":26,"__EMPTY":"Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM)","__EMPTY_1":"Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) adalah ukuran komposit yang menggambarkan tingkat pembangunan literasi di\r\nmasyarakat berdasarkan ketersediaan, aksesibilitas, dan\r\npemanfaatan fasilitas layanan perpustakaan serta aktivitas\r\nliterasi di suatu daerah.","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":72.13,"__EMPTY_4":72.43,"__EMPTY_5":74.14,"__EMPTY_6":88.33,"__EMPTY_7":94.81,"__EMPTY_9":94.83,"__EMPTY_10":94.85,"__EMPTY_11":94.9,"__EMPTY_12":94.95,"__EMPTY_13":94.98,"__EMPTY_14":95,"__EMPTY_15":95},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":27,"__EMPTY":"Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah","__EMPTY_1":"Satuan ukuran yang ditetapkan berdasarkan seperangkat dimensi\r\ndan indikator untuk menilai kualitas kinerja tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel dalam periode tertentu sesuai dengan Peraturan Kementerian Dalam Negeri No. 19 Tahun 2020","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_4":75,"__EMPTY_5":77,"__EMPTY_6":80,"__EMPTY_7":70.785,"__EMPTY_9":70.85,"__EMPTY_10":71,"__EMPTY_11":72,"__EMPTY_12":73,"__EMPTY_13":74,"__EMPTY_14":75,"__EMPTY_15":75},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":28,"__EMPTY":"Jumlah Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan di tingkat kab/kota/provinsi ","__EMPTY_1":"Jumlah Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan di tingkat kab","__EMPTY_2":"Unit Layanan","__EMPTY_9":1,"__EMPTY_10":1,"__EMPTY_11":1,"__EMPTY_12":1,"__EMPTY_13":1,"__EMPTY_14":1,"__EMPTY_15":1},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":29,"__EMPTY":"Jumlah penyandang disabilitas yang mendapatkan fasilitasi dari Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan dan/atau dari Dinas yang menangani bidang ketenagakerjaan","__EMPTY_1":"Jumlah penyandang disabilitas yang mendapatkan fasilitasi dari Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan dan/atau dari Dinas yang menangani bidang ketenagakerjaan","__EMPTY_2":"orang","__EMPTY_9":493,"__EMPTY_10":647,"__EMPTY_11":784,"__EMPTY_12":909,"__EMPTY_13":1019,"__EMPTY_14":1128,"__EMPTY_15":1128},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":"III","__EMPTY":"ASPEK DAYA SAING DAERAH"},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":1,"__EMPTY":"Rasio PDRB Industri Pengolahan","__EMPTY_1":"Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang bersumber dari sektor Industri Pengolahan yang mencerminkan proporsi nilai tambah sektor industri pengolahan terhadap PDRB.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":10.82,"__EMPTY_4":11.22,"__EMPTY_5":10.8,"__EMPTY_6":10.87,"__EMPTY_7":9.83,"__EMPTY_9":8.82,"__EMPTY_10":90.33,"__EMPTY_11":92.45,"__EMPTY_12":94.58,"__EMPTY_13":96.7,"__EMPTY_14":11.85,"__EMPTY_15":11.85},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":2,"__EMPTY":"Rasio PDRB Akomodasi Makan dan Minum","__EMPTY_1":"persentase bagian PDRB daerah yang dikontribusikan oleh aktivitas terkait pariwisata meliputi penyediaan akomodasi bagi wisatawan\r\ndan penyediaan jasa makan dan minum.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":-10.1,"__EMPTY_4":9.38,"__EMPTY_5":11.63,"__EMPTY_6":5.92,"__EMPTY_7":6.44,"__EMPTY_9":2.33,"__EMPTY_10":2.35,"__EMPTY_11":2.37,"__EMPTY_12":2.39,"__EMPTY_13":2.41,"__EMPTY_14":2.5,"__EMPTY_15":2.5},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":3,"__EMPTY":"Jumlah Tamu Wisatawan Mancanegara","__EMPTY_1":"total individu tamu wisatawan mancanegara yang menginap di hotel berbintang di Kota Sawahlunto","__EMPTY_2":"ribu orang","__EMPTY_3":0.007,"__EMPTY_4":0.007,"__EMPTY_5":0.076,"__EMPTY_6":0.0501,"__EMPTY_7":0.199,"__EMPTY_9":0.1,"__EMPTY_10":0.128,"__EMPTY_11":0.158,"__EMPTY_12":0.183,"__EMPTY_13":0.213,"__EMPTY_14":0.269,"__EMPTY_15":0.269},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":4,"__EMPTY":"Proporsi PDRB Ekonomi Kreatif terhadap PDRB Ekonomi Kreatif Provinsi","__EMPTY_1":"persentase bagian PDRB regional yang dikontribusikan oleh aktivitas ekonomi kreatif","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":4.56,"__EMPTY_4":4.56,"__EMPTY_5":4.48,"__EMPTY_6":4.49,"__EMPTY_7":4.59,"__EMPTY_9":6.205,"__EMPTY_10":6.195,"__EMPTY_11":6.185,"__EMPTY_12":6.165,"__EMPTY_13":6.155,"__EMPTY_14":6.866,"__EMPTY_15":6.866},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":5,"__EMPTY":"Proporsi jumlah usaha kecil dan menengah non pertanian","__EMPTY_1":"perbandingan jumlah unit usaha kecil dan menengah non pertanian terhadap seluruh unit usaha non pertanian pada tahun yang sama.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":15.79,"__EMPTY_4":0.15,"__EMPTY_5":0.75,"__EMPTY_6":0.64,"__EMPTY_7":0.61,"__EMPTY_9":10.74,"__EMPTY_10":10.76,"__EMPTY_11":10.78,"__EMPTY_12":10.8,"__EMPTY_13":10.82,"__EMPTY_14":19.69,"__EMPTY_15":19.69},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":6,"__EMPTY":"Proporsi jumlah industri kecil dan menengah","__EMPTY_1":"perbandingan jumlah unit industri kecil dan menengah terhadap seluruh unit industri pada tahun yang sama.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":100,"__EMPTY_4":100,"__EMPTY_5":100,"__EMPTY_6":100,"__EMPTY_7":100,"__EMPTY_9":4,"__EMPTY_10":4.08,"__EMPTY_11":4.16,"__EMPTY_12":4.23,"__EMPTY_13":4.31,"__EMPTY_14":4.39,"__EMPTY_15":4.39},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":7,"__EMPTY":"Rasio Kewirausahaan Daerah","__EMPTY_1":"perbandingan jumlah orang yang berusaha dibantu buruh tetap di masing-masing daerah dengan total angkatan kerja daerah pada tahun yang sama.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":1.69,"__EMPTY_4":2.77,"__EMPTY_5":2.55,"__EMPTY_6":3.21,"__EMPTY_7":4.4,"__EMPTY_9":3.96,"__EMPTY_10":4.09,"__EMPTY_11":4.23,"__EMPTY_12":4.36,"__EMPTY_13":4.49,"__EMPTY_14":4.75,"__EMPTY_15":4.75},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":8,"__EMPTY":"Rasio volume usaha koperasi terhadap PDRB ","__EMPTY_1":"perbandingan antara volume usaha koperasi terhadap PDRB masing-masing daerah.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":0.0016,"__EMPTY_4":0.001,"__EMPTY_5":0.0007,"__EMPTY_6":0.0009,"__EMPTY_7":0.0007,"__EMPTY_9":1.673,"__EMPTY_10":1.76,"__EMPTY_11":1.86,"__EMPTY_12":1.95,"__EMPTY_13":2.04,"__EMPTY_14":2.13,"__EMPTY_15":2.128},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":9,"__EMPTY":"Return on Aset (ROA) BUMD","__EMPTY_1":"indikator untuk mengukur kemampuan aset perusahaan dalam menghasilkan laba bersih.\r\nReturn On Asset (ROA) dihitung dengan membandingkan laba bersih dengan total aset yang dimiliki perusahaan.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":1.09,"__EMPTY_4":-6.83,"__EMPTY_5":-4.92,"__EMPTY_6":-4.33,"__EMPTY_7":-3.8,"__EMPTY_9":0,"__EMPTY_10":0.2,"__EMPTY_11":0.4,"__EMPTY_12":0.61,"__EMPTY_13":0.81,"__EMPTY_14":1.01,"__EMPTY_15":1.01},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":10,"__EMPTY":"Proporsi Penciptaan Lapangan Kerja Formal","__EMPTY_1":"Proporsi Penciptaan Lapangan Kerja Formal dari total lapangan kerja yang tersedia","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":44.09,"__EMPTY_4":49.39,"__EMPTY_5":52.33,"__EMPTY_6":50.56,"__EMPTY_7":52.25,"__EMPTY_9":52.96,"__EMPTY_10":54.16,"__EMPTY_11":55.36,"__EMPTY_12":56.56,"__EMPTY_13":57.76,"__EMPTY_14":62.62,"__EMPTY_15":62.62},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":11,"__EMPTY":"Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan","__EMPTY_1":"persentase jumlah angkatan kerja perempuan terhadap jumlah penduduk usia kerja perempuan.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":59.5,"__EMPTY_4":55.55,"__EMPTY_5":60.4,"__EMPTY_6":59.34,"__EMPTY_7":63.35,"__EMPTY_9":" 63,35-64,73 ","__EMPTY_10":" 63,66-65,27 ","__EMPTY_11":" 63,96-65,81 ","__EMPTY_12":" 64,27-66,35 ","__EMPTY_13":" 64,57-66,89 ","__EMPTY_14":" 64,88-67,43 ","__EMPTY_15":" 64,88-67,43 "},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":12,"__EMPTY":"Indeks Inovasi Daerah","__EMPTY_1":"sistem pengukuran dan penilaian terhadap penerapan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah","__EMPTY_2":"Angka","__EMPTY_3":1264,"__EMPTY_4":44.64,"__EMPTY_5":58.98,"__EMPTY_6":70.39,"__EMPTY_7":72.87,"__EMPTY_8":66.08,"__EMPTY_9":73.21,"__EMPTY_10":74.67,"__EMPTY_11":76.14,"__EMPTY_12":77.6,"__EMPTY_13":79.07,"__EMPTY_14":80.53,"__EMPTY_15":80.53},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":13,"__EMPTY":"Rasio PDRB Sektor Pertanian, kehutanan dan Perikanan","__EMPTY_1":"Proporsi Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan terhadap Total PDRB ADHB Kota Sawahlunto.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":8.92,"__EMPTY_4":8.96,"__EMPTY_5":8.73,"__EMPTY_6":8.51,"__EMPTY_7":8.76,"__EMPTY_9":8.86,"__EMPTY_10":8.9,"__EMPTY_11":8.95,"__EMPTY_12":8.99,"__EMPTY_13":9.04,"__EMPTY_14":9.08,"__EMPTY_15":9.08},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":14,"__EMPTY":"Tingkat produktifitas tenaga kerja pada lapangan usaha sektor pertanian, kehutanan dan perikanan ","__EMPTY_1":"Tingkat kemampuan tenaga kerja pada lapangan usaha sektor Pertanian, Kehutanan Dan Perikanan dalam menghasilkan produk.","__EMPTY_2":"Juta/orang","__EMPTY_3":38.88,"__EMPTY_4":42.37,"__EMPTY_5":53.08,"__EMPTY_6":47.68,"__EMPTY_7":52.15,"__EMPTY_9":50.881,"__EMPTY_10":52.481,"__EMPTY_11":54.081,"__EMPTY_12":55.681,"__EMPTY_13":57.281,"__EMPTY_14":58.881,"__EMPTY_15":58.881},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":15,"__EMPTY":"Indeks Masyarakat Digital Indonesia","__EMPTY_1":"Instrumen terukur untuk menilai kompetensi, keterampilan, dan kematangan digital masyarakat ","__EMPTY_2":"Angka","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":"NA","__EMPTY_5":38.99,"__EMPTY_6":47.25,"__EMPTY_7":43.04,"__EMPTY_9":53.8,"__EMPTY_10":55.11,"__EMPTY_11":56.42,"__EMPTY_12":57.73,"__EMPTY_13":59.04,"__EMPTY_14":60.35,"__EMPTY_15":60.35},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":16,"__EMPTY":"Persentase stabilitas dan jumlah ketersediaan barang kebutuhan pokok","__EMPTY_1":"ukuran yang mencerminkan sejauh mana harga barang pokok tetap stabil (tidak naik turun drastis) dan ketersediaannya di pasar selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam periode waktu tertentu","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":9.09,"__EMPTY_4":8.05,"__EMPTY_5":7.79,"__EMPTY_6":10.42,"__EMPTY_7":7.13,"__EMPTY_9":10,"__EMPTY_10":9.78,"__EMPTY_11":9.56,"__EMPTY_12":9.34,"__EMPTY_13":9.12,"__EMPTY_14":8.9,"__EMPTY_15":8.9},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":17,"__EMPTY":"Pembentukan Modal Tetap Bruto","__EMPTY_1":"pengeluaran untuk barang modal yang mempunyai umur pemakaian lebih dari satu tahun dan tidak merupakan barang konsumsi.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":23.63,"__EMPTY_4":23.55,"__EMPTY_5":23.65,"__EMPTY_6":24.27,"__EMPTY_7":24.02,"__EMPTY_9":23.69,"__EMPTY_10":23.7,"__EMPTY_11":23.71,"__EMPTY_12":23.71,"__EMPTY_13":23.72,"__EMPTY_14":23.73,"__EMPTY_15":23.73},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":18,"__EMPTY":"Ekspor Barang dan Jasa","__EMPTY_1":"share ekspor barang dan jasa terhadap PDRB Kota Sawahlunto","__EMPTY_2":"% PDRB","__EMPTY_3":"11, 44","__EMPTY_4":"11, 76","__EMPTY_5":12.78,"__EMPTY_6":13.45,"__EMPTY_7":14.3,"__EMPTY_9":14.3,"__EMPTY_10":7.61,"__EMPTY_11":8.048,"__EMPTY_12":8.486,"__EMPTY_13":8.924,"__EMPTY_14":9.362,"__EMPTY_15":13.38},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":19,"__EMPTY":"Proporsi kontribusi PDRB Kota terhadap Provinsi","__EMPTY_1":"share PDRB ADHB Kota Sawahlunto terhadap PDRB ADHB Provinsi Sumatera Barat.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":1.51,"__EMPTY_4":1.52,"__EMPTY_5":1.54,"__EMPTY_6":1.54,"__EMPTY_7":1.52,"__EMPTY_9":1.52,"__EMPTY_10":1.52,"__EMPTY_11":1.52,"__EMPTY_12":1.53,"__EMPTY_13":1.54,"__EMPTY_14":1.54,"__EMPTY_15":1.54},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":20,"__EMPTY":"Persentase RT yang memiliki akses terhadap hunian layak, terjangkau dan berkelanjutan","__EMPTY_1":"persentase total rumah tangga di wilayah studi yang memenuhi kriteria hunian layak DAN terjangkau, dibagi dengan total seluruh rumah tangga","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":97.38,"__EMPTY_4":89.37,"__EMPTY_5":88.66,"__EMPTY_6":91.06,"__EMPTY_7":91.39,"__EMPTY_9":77.17,"__EMPTY_10":80.21,"__EMPTY_11":83.25,"__EMPTY_12":86.29,"__EMPTY_13":90.4,"__EMPTY_14":92.71,"__EMPTY_15":92.71},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":21,"__EMPTY":"Persentase Desa Mandiri","__EMPTY_1":"share antara desa mandiri dibanding total jumlah desa di kota Sawahlunto","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":3.7,"__EMPTY_4":3.7,"__EMPTY_5":11.11,"__EMPTY_6":14.81,"__EMPTY_7":25.92,"__EMPTY_9":9.44,"__EMPTY_10":10.54,"__EMPTY_11":11.04,"__EMPTY_12":11.64,"__EMPTY_13":12.54,"__EMPTY_14":13.44,"__EMPTY_15":13.44},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":22,"__EMPTY":"Rasio Pajak Daerah terhadap PDRB","__EMPTY_1":"indikator yang digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi penerimaan pajak daerah terhadap PDRB suatu daerah.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":0.153,"__EMPTY_4":0.153,"__EMPTY_5":0.169,"__EMPTY_6":0.17,"__EMPTY_7":0.18,"__EMPTY_9":0.22,"__EMPTY_10":0.23,"__EMPTY_11":0.25,"__EMPTY_12":0.27,"__EMPTY_13":0.3,"__EMPTY_14":0.68,"__EMPTY_15":0.68},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":23,"__EMPTY":"Total Dana Pihak Ketiga / PDRB","__EMPTY_1":"share antara total dana pihak ketiga dibandingkan dengan total PDRB","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":6.74,"__EMPTY_4":8.72,"__EMPTY_5":8.93,"__EMPTY_6":7.86,"__EMPTY_7":7.48,"__EMPTY_9":2.99,"__EMPTY_10":5.69,"__EMPTY_11":8.39,"__EMPTY_12":11.09,"__EMPTY_13":13.79,"__EMPTY_14":16.49,"__EMPTY_15":16.49},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":24,"__EMPTY":"Nilai Transaksi Saham Per Kapita PerKabupaten/Kota ","__EMPTY_1":"total nilai transaksi saham yang dilakukan oleh investor berdasarkan domisili di kota sawahlunto selama setahun dibagi dengan jumlah penduduk penjumlahan dari total penyaluran kredit dan pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan yang terdiri dari Bank Umum (termasuk Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah) dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR-BPRS) di kota sawahlunto","__EMPTY_2":"Rupiah","__EMPTY_3":726764.71,"__EMPTY_4":946403.88,"__EMPTY_5":506603.97,"__EMPTY_6":426062.57,"__EMPTY_7":1210097.48,"__EMPTY_9":831886,"__EMPTY_10":998616,"__EMPTY_11":1165346,"__EMPTY_12":1332075,"__EMPTY_13":1498805,"__EMPTY_14":1665535,"__EMPTY_15":1665535},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":25,"__EMPTY":"Total Kredit/PDRB","__EMPTY_1":"persentase bagian PDRB Daerah yang dikontribusikan oleh aktivitas terkait Jasa Keuangan.","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":12.34,"__EMPTY_4":12.67,"__EMPTY_5":11.74,"__EMPTY_6":11.39,"__EMPTY_7":11.67,"__EMPTY_9":13.13,"__EMPTY_10":13.83,"__EMPTY_11":14.54,"__EMPTY_12":15.24,"__EMPTY_13":15.95,"__EMPTY_14":16.66,"__EMPTY_15":16.66},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":26,"__EMPTY":"Rasio PDRB Sektor Jasa Keuangan","__EMPTY_1":"Nilai tambah sektor jasa keuangan/total PDRB ADHB x 100","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":3.4,"__EMPTY_4":3.62,"__EMPTY_5":3.53,"__EMPTY_6":3.4,"__EMPTY_7":3.41,"__EMPTY_9":3.46,"__EMPTY_10":3.49,"__EMPTY_11":3.52,"__EMPTY_12":3.55,"__EMPTY_13":3.58,"__EMPTY_14":3.61,"__EMPTY_15":3.61},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":"IV","__EMPTY":"ASPEK   PELAYANAN   UMUM"},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":1,"__EMPTY":"Indeks Reformasi Hukum","__EMPTY_1":"instrumen untuk mengukur reformasi hukum dengan melakukan identifikasi dan pemetaan regulasi, reregulasi dan deregulasi aturan, dan penguatan sistem regulasi nasional.","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":"NA","__EMPTY_5":"NA","__EMPTY_6":55.38,"__EMPTY_7":97.35,"__EMPTY_9":72.15,"__EMPTY_10":73.18,"__EMPTY_11":74.21,"__EMPTY_12":75.24,"__EMPTY_13":76.27,"__EMPTY_14":77.3,"__EMPTY_15":77.3},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":2,"__EMPTY":"Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik","__EMPTY_1":"nilai indeks yang merepresentasikan tingkat kematangan penerapan SPBE secara keseluruhan.","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":2.88,"__EMPTY_4":2.07,"__EMPTY_5":2.84,"__EMPTY_6":3.09,"__EMPTY_7":3.41,"__EMPTY_9":3.41,"__EMPTY_10":3.44,"__EMPTY_11":3.47,"__EMPTY_12":3.51,"__EMPTY_13":3.54,"__EMPTY_14":3.57,"__EMPTY_15":3.57},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":3,"__EMPTY":"Indeks Pelayanan Publik","__EMPTY_1":"Indeks yang digunakanuntuk mengukur kinerja pelayanan publik di lingkungan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Indonesia\r\nberdasarkan Aspek Kebijakan Pelayanan, Aspek Profesionalisme SDM, Aspek Sarana Prasarana, Aspek Sistem Informasi Pelayanan Publik, Aspek Konsultasi dan Pengaduan serta Aspek Inovasi.","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":3.15,"__EMPTY_5":4.21,"__EMPTY_6":3.56,"__EMPTY_7":3.18,"__EMPTY_9":3.19,"__EMPTY_10":3.2,"__EMPTY_11":3.21,"__EMPTY_12":3.22,"__EMPTY_13":3.22,"__EMPTY_14":4,"__EMPTY_15":4},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":4,"__EMPTY":"Survey penilaian integritas (SPI) KPK","__EMPTY_1":"indeks yang diukur dengan survei masyarakat yang dibangun untuk memetakan risiko korupsi dan kemajuan upaya pencegahan korupsi yang dilakukan kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/L/PD)","__EMPTY_2":"Nilai","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":73.37,"__EMPTY_5":70.71,"__EMPTY_6":75.38,"__EMPTY_7":76.95,"__EMPTY_9":77.25,"__EMPTY_10":78.39,"__EMPTY_11":79.53,"__EMPTY_12":80.67,"__EMPTY_13":81.81,"__EMPTY_14":82.95,"__EMPTY_15":82.95},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":5,"__EMPTY":"Indeks Persepsi Anti Korupsi","__EMPTY_1":"instrumen pengukuran skor atau nilai yang mencerminkan persepsi, pandangan, dan sikap masyarakat terhadap praktik korupsi  dalam pemberian layanan publik atau birokrasi,","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":91.11,"__EMPTY_5":83.96,"__EMPTY_6":88.04,"__EMPTY_7":87.67,"__EMPTY_9":86.05,"__EMPTY_10":86.75,"__EMPTY_11":87.45,"__EMPTY_12":88.14,"__EMPTY_13":88.84,"__EMPTY_14":89.54,"__EMPTY_15":89.54},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":6,"__EMPTY":"Pelanggaran Peraturan Daerah","__EMPTY_1":"jumlah kasus perbuatan yang bersifat melawan, melanggar dan menyimpang terhadap Peraturan Daerah yang dilakukan oleh seseorang atas dasar kesadaran","__EMPTY_2":"Angka","__EMPTY_3":210,"__EMPTY_4":7767,"__EMPTY_5":228,"__EMPTY_6":134,"__EMPTY_7":155,"__EMPTY_9":200,"__EMPTY_10":198,"__EMPTY_11":196,"__EMPTY_12":194,"__EMPTY_13":192,"__EMPTY_14":190,"__EMPTY_15":190},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":7,"__EMPTY":"Angka Kriminalitas","__EMPTY_1":"jumlah kejahatan yang terjadi dalam satu tahun dibagi dengan jumlah penduduk pada tahun yang bersangkutan, dikalikan 10.000.","__EMPTY_2":"Angka","__EMPTY_3":6.14,"__EMPTY_4":2.89,"__EMPTY_5":3.31,"__EMPTY_6":4.72,"__EMPTY_7":3.78,"__EMPTY_9":4.44,"__EMPTY_10":4.38,"__EMPTY_11":4.33,"__EMPTY_12":4.27,"__EMPTY_13":4.22,"__EMPTY_14":4.16,"__EMPTY_15":4.16},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":8,"__EMPTY":"Tingkat Partisipasi Pemilih Pada Pemilu","__EMPTY_1":"share jumlah pengguna hak pilih dibandingkan dengan jumlah daftar pemilih tetap","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":70.66,"__EMPTY_4":"-","__EMPTY_5":"-","__EMPTY_6":"-","__EMPTY_7":80.77,"__EMPTY_9":83.01,"__EMPTY_10":83.61,"__EMPTY_11":84.22,"__EMPTY_12":84.82,"__EMPTY_13":85.43,"__EMPTY_14":86.03,"__EMPTY_15":86.03},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":9,"__EMPTY":"Persentase Kerjasama yang Terlaksana","__EMPTY_1":"share antara kerjasama yang wajib dilaksanakan dibandingkan jumlah total kerjasama","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":100,"__EMPTY_4":100,"__EMPTY_5":100,"__EMPTY_6":100,"__EMPTY_7":100,"__EMPTY_9":100,"__EMPTY_10":100,"__EMPTY_11":100,"__EMPTY_12":100,"__EMPTY_13":100,"__EMPTY_14":100,"__EMPTY_15":100},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":10,"__EMPTY":"Indeks Ketahanan Nasional Gatra Pertahanan dan Keamanan","__EMPTY_1":"tingkat ketahanan nasional dari aspek pertahanan dan keamanan kondisi dinamik suatu bangsa meliputi seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi","__EMPTY_2":"%","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":"NA","__EMPTY_5":3.04,"__EMPTY_6":3.04,"__EMPTY_7":2.97,"__EMPTY_9":4,"__EMPTY_10":6,"__EMPTY_11":8,"__EMPTY_12":10,"__EMPTY_13":12,"__EMPTY_14":14,"__EMPTY_15":14},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":11,"__EMPTY":"Penilaian Capaian Aksi HAM","__EMPTY_1":"pengukuran sejauh mana pemerintah kota elah berhasil melaksanakan program dan kegiatan yang tertuang dalam dokumen Aksi HAM Daerah","__EMPTY_2":"Nilai","__EMPTY_3":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_4":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_5":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_6":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_7":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_9":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_10":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_11":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_12":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_13":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_14":"Kota Peduli HAM","__EMPTY_15":"Kota Peduli HAM"},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":12,"__EMPTY":"Indeks Pemerintahan Digital","__EMPTY_1":"Penyempurnaan dari Indeks SPBE yang mengukur sejauh mana transformasi digital diterapkan di instansi pemerintah","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_3":"NA","__EMPTY_4":"NA","__EMPTY_5":"NA","__EMPTY_6":"NA","__EMPTY_7":"NA","__EMPTY_9":" - ","__EMPTY_10":1.7,"__EMPTY_11":1.8,"__EMPTY_12":1.9,"__EMPTY_13":2,"__EMPTY_14":2.1,"__EMPTY_15":2.1},{"INDIKATOR KINERJA DAERAH (IUP)":13,"__EMPTY":"Indeks Zakat Nasional (IZN)","__EMPTY_1":"indeks untuk mengukur efektivitas, efisiensi, dan kualitas pengelolaan zakat","__EMPTY_2":"Indeks","__EMPTY_9":0.64,"__EMPTY_10":0.67,"__EMPTY_11":0.7,"__EMPTY_12":0.73,"__EMPTY_13":0.76,"__EMPTY_14":0.79,"__EMPTY_15":0.79}]